DONGENG DARI KAKEK



DONGENG DARI KAKEK

Kakekku duduk di kursi goyangnya
Aku menatapnya tak berkedip sekali saja
Cucuku, ia tua tapi besar semangatnya
Medan perang saat ini luar biasa
Tidak kah kau gigih dalam memperjuangkannya
Kenapa kau diam saja, mana bamboo runcingmu
Aku diam, bertanya-tanya, bukankah ini sudah merdeka
Cucuku, tidak kah kau sadar banyak yang menjajahmu
Kakek, itu dulu sekarang sudah tak ada
Cucuku, kakek pernah tidur dalam tembok sempit
Kakek pernah mencuri senjata di markas penjajah
Kakek pernah bersembunyi di hutan bekantara
Kakek pernah mandi dara di jembatan merah
Itu semua demi kau
Cucuku, kenapa kau diam saja
Mana rasa terimakasihmu
Mengapa kau malah perang dengan bangsamu sendiri
Mengapa kau biarkan penjajah itu datang lagi
Tidak kah kau tau ku lakukan itu demi kau
Cukuplah aku tau, bagimu aku masa lalu

Kenapa kau diam selalu ?
Ini bukan cerita dongen
Bukanpula wewayangan
Habis air mataku ku tumpahkan di jalan tunjungan
Berceceran darahku menutupi jalan pemuda
Tidak kah kau tau ini benar-benar nyata
Tidak ada dongen di dalamnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar