Samaran Wajah Di Balik Embun
Kabut
pagi menyamarkan kota ini
Wajah itu bersembunyi di ujung jalan
Lambaian tangannya terbenam
Aku berdiri menatapnya di persimpang
jalan
Embun basah menjauhkan bayangannya
Udara segar tamaram semata
Insan itu berlari melawan kabut
Gelap ia terjang begitu saja
Mendekat ia kepada ku
Sama saja tak Nampak sedikit olehku
Embun tetap menyamarkan wajahnya
Tenggelamlah ia termakan oleh kabut
Jalan sepi mamri sejauh mata memandang
Dingin embun menghilangkan bayangnya
Mencekam tiada tara
Mata mencarinya kemana-mana
Tetap embun segar mencekam memakannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar